Investasi Tanah Kredit, Berikut Tips dan Caranya

Investasi Tanah Kredit

Investasi tanah kredit adalah salah satu pilihan tepat disaat investasi tanah semakin cepat pertumbuhanya, sedangkan modal yang dimiliki tidak cukup untuk membeli tanah secara tunai. Dalam sistem pembayaran jual beli tanah setidaknya dibagi menjadi dua jenis yaitu dengan sistem tunai (cash) dan sistem angsuran atau kredit.

Info: Untuk Anda yang sedang mencari Perumahan di Tangereang Selatan, berikut adalah listing untuk melihat daftar perumahan baru yang ada di kawasan tangsel.

Kembali ke inti informasi yaitu tips menjalankan investasi tanah dengan cara kredit. Di Indonesia sendiri banyak sekali Bank yang menyediakan dan menawarkan sistem kredit ini untuk membeli tanah. Secara garis besar, sistem kredit yang ditawarkan bank untuk investasi tanah kredit ini dibagi menjadi tiga jenis.

Kredit Syariah

Dalam sistem kredit ini pembelian tanah sesuai dengan aturan syariah yaitu dengan menggunakan murabahah. Dalam sistem kredit syariah ini sistem bunga tidak digunakan.

Selain itu, dalam sistem ini juga tidak berlaku yang namanya sistem value of money. Dalam sistem ini jangka waktu yang dibutuhkan untuk kredit adalah 5 sampai dengan 15 tahun.

Dalam sistem kredit syariah ini, investor bisa dengan bebas memilih jenis property yang akan dibangun. Karena dalam sistem ini, tidak ada aturan yang mengikat tentang penentuan jenis properti.

Kredit Tanah Bersubsidi

Untuk sistem kredit jenis ini ada aturan dan syarat tertentu dari pemerintah, yang mana aturan dan syarat tersebut harus ditaati oleh pihak yang ingin melakukan kredit. Apabila syarat syarat yang telah ditetapkan tidak dapat dipenuhi, maka kredit itu tidak akan diperoleh.

Adapun syarat syarat yang terdapat dalam sistem kredit subsidi adalah tercatat sebagai WNI yang mempunyai penghasilan rendah atau pas pasan, kemudian belum memiliki tempat tinggal (rumah) dan jangka waktu angsuran maksimal 20 tahun. Selain itu adapula syarat lain yang harus ditaati yaitu tidak diperbolehkan menjual tanah, setidaknya dalam waktu kurang lebih lima tahun.

Berbeda dengan sistem syariah, sistem kredit subsidi ini juga ditentukan bangunan yang akan dibangun ditanah ini. Jika disistem kredit syariah bisa bebas memilih jenis bangunan atau properti yang dibangun, pada sistem kredit subsidi ini hanya boleh membangun rumah dengan tipe 36.

Sistem kredit subsidi ini hanya diperuntukan untuk kalangan tertentu saja. Artinya tidak semua masyarakat bisa menikmati dan menjalankan sistem kredit subsidi ini.

Kemudian sistem kredit terakhir yang ditawarkan oleh bank untuk investasi tanah kredit adalah dengan kredit non subsidi (komersial)

Kredit non subsidi (komersial)

Sistem kredit non subsidi ini berbeda dengan sistem kredit subsidi. Jika disistem kredit subsidi hanya diperuntukan orang tertentu, akan tetapi untuk sistem non subsidi ini seluruh masyarakat bisa menikmati tanpa terkecuali.

Sama seperti sistem kredit yang lain, pada sistem kredit non subsidi ini juga ada aturan yang jelas dan syarat syarat yang harus dipenuhi.

Dalam sistem kredit non subsidi ini mengikuti aturan value of money, yang mana dalam aturan ini ada denda atau sangsi yang diberikan, jika terjadi terlambat dalam pembayaran. Besar bunga dalam sistem kredit non subsidi ini ditentukan oleh pihak yang berwenang yaitu dalam hal ini adalah BI (Bank Indonesia).

Dalam kredit non subsidi ini juga memiliki banyak kemudahan diantaranya adalah tanah yang sudah di kredit ini, bebas dibangun apapun seperti untuk rumah, apartemen, toko, ruko, bahkan untuk rusun pun diperbolehkan.

Itulah beberapa tips menjalankan investasi tanah kredit. Pada dasarnya yang perlu diperhatikan adalah sistem kredit ini semuanya baik, tetapi yang perlu mendapat perhatian adalah Anda harus bisa menjaga keuangan. Maka dari itu, jangan menunggu lama untuk investasi tanah ini karena semakin lama Anda menunggu maka harga tanah ini semakin mahal dan meningkat. Selamat menjalankan investasi.